BLOG & ARTIKEL

Istana Maimun

01 February 2026

Istana Maimun
Istana maimun adalah pengingat bahwa Kota Medan pernah menjadi pusat perdagangan dan peradaban yang paling disegani.

1. Asal-Usul dan Pembangunan
Istana ini didirikan oleh Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, Sultan Deli ke-9. Pembangunannya dimulai pada 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891.

Nama "Maimun" diambil dari nama permaisuri Sultan yang sangat dicintainya, Siti Maimunah. Pembangunan istana ini menjadi simbol kemakmuran Kesultanan Deli saat itu, yang meroket berkat industri perkebunan tembakau yang sangat tersohor di dunia.

2. Arsitektur: Akulturasi Tiga Budaya
Salah satu alasan mengapa Istana Maimun begitu ikonik adalah desain arsitekturnya yang unik. Arsiteknya adalah seorang tentara Belanda bernama Capt. Theodoor van Erp, yang merancang bangunan ini dengan memadukan tiga gaya utama:

Melayu: Dominasi warna kuning (warna kebesaran Melayu) serta bentuk atap yang limas.

Islam (Mughal/Timur Tengah): Terlihat dari bentuk lengkungan pada pintu dan jendela yang menyerupai kubah atau lengkungan khas bangunan di India dan Timur Tengah.

Eropa (Spanyol/Italia): Detail ornamen furnitur, lampu kristal, serta desain pintu dan jendela yang lebar khas bangunan kolonial.

3. Legenda Meriam Puntung
Di sisi kanan istana, terdapat sebuah paviliun kecil yang menyimpan potongan meriam yang dikenal sebagai Meriam Puntung. Menurut legenda masyarakat setempat:

Meriam ini merupakan penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Timur Raya bernama Sri Tokoh. Ia berubah menjadi meriam untuk mempertahankan kerajaan dari serangan Raja Aceh, namun karena menembak terus-menerus, meriam tersebut panas dan pecah menjadi dua.

Potongan aslinya ada di Istana Maimun, sedangkan ujungnya konon terlempar hingga ke Desa Sukanalu di Tanah Karo.

4. Transformasi Menjadi Objek Wisata
Meskipun saat ini Indonesia sudah berbentuk Republik, Istana Maimun tetap dimiliki oleh keluarga Kesultanan Deli. Namun, sejak tahun 1946 hingga 1950-an, fungsi istana mulai bergeser.

Kini, istana ini dibuka untuk umum sebagai museum dan objek wisata sejarah. Wisatawan dapat:

Melihat koleksi foto keluarga sultan dan singgasana yang megah.

Menyewa pakaian adat Melayu untuk berfoto di dalam istana.

Menikmati pertunjukan musik tradisional Melayu pada waktu-waktu tertentu.

Ingin berlibur ke tempat ini?

Tanya Paket Tour